Pondok pesantren al-mu’afi putra putri
Jika kita menyimak keberada’an pesantren di tengah masyarakatnya dilingkungan pedesa’an buntet pesantren, nampak jelas bahwa interaksi pesantren dengan masyarakatnya sangat kompleks. Konteks keberadaan pesantren yang di peran kan oleh kyai dan santrinya mengharuskan aktualisasi peran yang strategis, di dalam realisasi sosial yang lebih luas telah menuntut pesantren lebih aktif.
Eksistensi Alma’had alislamiyah al-mu’afi (pondok pesantren al-mu’afi) juga tidak lepas dari fenomena di atas. Pondok pesantren al-mu’afi didirikan oleh KH. Abdul matin pada tahun 1985 di desa buntet dusun II blok pesantren Kecamatan. Astanajapura Kabupaten Cirebon, Jawa barat. Pendirian pondok pesantren al-mu’afi bermula adanya kesepakatan swadaya dari masyarakat karena mendapat kepercayaan dari masyarakat sekitarnya,akhirnya kegiatan untuk para santri di pondok pesantren al-muafi sebagai pendidikan non formal.
Pondok Pesantren al-muafi sebagai lembaga pendidikan keagamaan yang menjadi garda depan dalam mengusung kajian kajian kitab kuning klasik karangan ulama salaf untuk mendalami pengetahuan syariat agama islam menciaptakan akhlakul karimah, bertujuan untuk mengembangkan kuliatas SDM (Sumberdaya Manusia) melalui pendidikan agama. Selain itu, membentuk dan mengembangkan generasi islam yang berkualitas dan mampu menjadi tombak kemajuan islam.
Kondisi Masyarakat
Masyarakata desa buntet pesantren merupakan penduduk yang ta’at beragama dan sangat antusias terhadap kegiatan-kegiatan syiar agama islam. Mereka, selain berminat terhadap kegiatan pesantren juga sering megikuti dalam berbagai acara , seperti hari besar islam, marhabanan, dll....
Pengasuh : KH.Abdul matin

Tidak ada komentar:
Posting Komentar